WALHI Sulteng, Danau Rano miliki Potensi Ekonomi berbasis Ekologi

By : hans ang - LibMagz, 2017-01-25 21:08:34+07

Ibu-ibu mendayung perahu di danau Rano Foto Jose Rizal MSC.jpgPROGRESS, LibMagz.com- Secara umum Danau adalah sejumlah air tawar ataupun asin yang terakumulasi di suatu tempat yang luas, biasanya danau dapat terjadi karena mencairnya gletser, adanya mata air atau aliran air sungai, danau juga disebut sumber daya alam akuatik yang dikelilingi oleh daratan. Indonesia sendiri memiliki cukup banyak danau dari berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Kabupaten Donggala memiliki beberapa danau yang Indah, Luas serta mempunyai nilai-nilai Potensi Ekonomi, namun agaknya danau-danau tersebut belum menjadi sorotan penting bagi pemerintah Kabupaten Donggala, terutama untuk di kelola secara baik. dari berbagai danau yang terdapat di Kabupaten Donggala, salah satunya adalah Danau Rano, danau yang terletak di Kampung Rano, Kecaamatan Balaeseng Tanjung.

Keberadaan danau ini sangatlah penting bagi masyarakat Kampung Rano terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ketua tim riset Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tengah, Jaya Rahman memaparkan bahwa danau Rano bisa dimanfaatkan untuk penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Ekologi, terutama dengan mengembangkan Budidaya Ikan Sidat, Mujair dan Ikan Nila.

“Di danau Rano, kita bisa membudidayakan ikan air tawar seperti sidat (belut), mujair, dan ikan nilam dengan metode karamba jaring apung dan keramba jaring tancap. Tetapi harus memperhatikan kelestarian ekologinya. Masyarakat harus menjaga kelestarian hutan dan tidak mencemari danau,” Ujar Jaya Rahman menjelaskan.

ia juga menambahkan, selain untuk budidaya ikan air tawar, danau Rano juga bisa dimanfaatkan untuk sarana rekreasi dan wisata kuliner, karena sangat menarik terutama untuk di jadikan tempat berlibur dan bersantai bersama keluarga, kita bisa memancing, berenang, berselancar, dan menikmati keindahan alam sekitar danau tersebut, Pengunjung pun dapat menjelajah menggunakan perahu kayu, ditambah udara sejuk yang ada disana dapat membuat pikiran kembali segar terutama setelah beraktifitas sehari-hari.

Selain itu danau Rano biasa digunakan sebagai sarana pelaksanaan Upacara Adat bagi sebagian penduduk setempat, Misalnya saja untuk upacara adat larung sesajen, dan sebagainya. Hingga digunakan untuk sarana edukasi dan penelitian ilmiah. Sebagai sarana penunjang transportasi untuk mendukung mobilitas penduduk, sebagai wadah resapan air tanah sehingga dapat membantu mengendalikan banjir dan erosi serta membantu mengatur keanekaragaman hayati

Jaya Rahman menekankan bahwa danau Rano merupakan salah satu kekayaan alam yang seharusnya dilestarikan dan dijaga keberadaannya, karena di sana terdapat potensi yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan, baginya kesadaran mengenai pelestarian danau Rano kerap diabaikan dengan melakukan kegiataan yang lepas dari nilai pelestarian, sekalipun itu melakukan kegiatan sepele tetapi dapat merusak dan mencemari ekosistem didalamnya

“Kalau kita tidak menjaga, kerusakan danau Rano bisa terjadi dan masyarakat sendirilah yang akan merasakan akibatnya. Oleh karena itu marilah kita belajar menjaga dan melestarikan kekayaan alam yang di dalamnya tentunya menyimpan banyak manfaat untuk kehidupan kita dan generasi penerus,” tutupnya

(sumber: mediasulteng.com, Walhi Sulteng)
(Foto: Jose Rizal/MSC)
(HK/7*)

 

#Danau Rano #Danau Sulawesi Tengah #Danau Kabupaten Donggala #Walhi Sulteng #Potensi Danau Rano #Potensi Ekonomi Ekologi
3 years ago, by hans ang
Category : BERITA PILIHAN, OPINI DAN ARTIKEL, PERNIK, SENI BUDAYA, SOSIAL, EKONOMI, GAYA, INVESTIGASI, WISATA

Artikel/Berita Terkait :

Kontak Informasi LibMagz.com

Redaksi : info[at]libmagz.com
Follow Us :