Tiga Puluh Menit Setelah Pukul Dua

By : rere - LibMagz, 2016-11-18 08:39:56+07

pukul 2.jpg

Memapah diri
dari detik kedetik

aku gelimang kosong dipenghujung waktu yang terkurung
tak berpantul, menyesap deras kedalam sesak napasku sendiri

"ternyata drama cengeng tanpa airmata sulit kuperankan, saat jauh dari ruang ingatan yang tak terjangkau gerak mataku"

Aku tak melihat seorang pun, andai kau sebut perempuan tua yang berjalan didepanku adalah kelebat masalalu

Perempuan tua yang banyak mengajarkan, betapa tangguhnya seseorang yang berdiri diatas badai, andai mampu menapaki jalan dengan dada penuh luka tergerus keadaan

dalam paruh senyumku
genggaman mana yang kau taruh untuk ketabahan-ketabahan

Kau hangatku
untuk surga bumi, setinggi istana langit
(sesungguhnya aku satu dari sekian ketakutan yang belum mampu menemukan jalan pulang)

Biarkan aku terhenti pada menit ketiga puluh tanpa detak; menit yang terperosok sedingin kutub-kutub beku
Sebentar hampa tak terkendali

Sunyi rubuh berulang menutup seluruh katup perih
lenguh sengalku tersedak tak berspasi
bergelombang hanyut kedalam diam yang mengunci; keluh

Kembali kucintai gelap
selembut lirih kepergianmu pada retas napas mataku yang kuyup

: Ibu

 

* Bentang Elang Langit *

#puisi #curhat #prosa #malam #pagi #pukul dua #jam 2 #kangen #doa #anak #gelisah
3 years ago, by rere
Category : PERNIK

Artikel/Berita Terkait :

Kontak Informasi LibMagz.com

Redaksi : info[at]libmagz.com
Follow Us :