Suku Kajang AmmaToa Salah Satu Suku yang Ditakuti di Dunia Karena Ilmu Sihirnya

By : ayp - LibMagz, 2016-12-11 19:01:07+07

suku kajangLibmagz.com - Hai sobat libmagz, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu suku yang terkenal akan kesaktian ilmu sihirnya, mungkin lebih enak kita sebut ilmu gaib aja kali ya. Suku kajang ini konon katanya merupaka salah satu suku yang ditakuti di dunia dikarenakan ilmu gaibnya yang kuat.

Suku Kajang Amma Toa atau biasa hanya di sebut suku kajang ("Amma Toa" adalah nama kawasan untuk daerah tempat tinggal kajang dalam/pemimpin adat) merupakan salah satu suku tradisional yang terletak di kabupaten Bulukumba - Sulawesi Selatan. Suku kajang terbagi kedalam dua suku secara geografis yaitu kajang dalam dan kajang luar. Suku kajang dalam biasa disebut "tau kajang" biasanya masih mempertahankan adat dan tradisi para leluhurnya. Sedangkan untuk kajang luar atau biasa mereka disebut dengan "tau lembang" adalah orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang itu sendiri, dimana kajang luar (tau lembang) ini sudah relatif modern dibandingkan dengan suku kajang dalam.

Daerah kajang luar ini sudah bisa menerima peradaban teknologi terkini seperti listrik, namun pada daerah suku kajang dalam belum atau tidak dapat menerima peradaban. Itulah mengapa di daerah suku kajang dalam tidak ada fasilitas listrik. Tidak hanya itu, jika kita juga ingin masuk ke daerah amma toa yaitu daerah tempat suku kajang dalam tinggal, kita tidak boleh menggunakan sandal atau alas kaki lainnya dikarenakan sendal dibuat oleh peradaban teknologi.

Bentuk rumah kajang dalam dan kajang luar juga sangatlah berbeda loh sobat libmagz. Pada rumah kajang luar dapur dan tempat buang air kecil nya terletak di bagian belakang rumah mirip seperti rumah-rumah modern pada umumnya saat ini, namun sebaliknya di daerah amma toa yaitu tempat tinggal suku kajang dalam dapur dan tempat buang air kecilnya berada di depan rumah.

Suku Kajang dalam merupakan suku yang masih memegang teguh ritual adatnya hingga saat ini. Meskipun sekarang sudah banyak suku pedalaman yang meninggalkan ritual adatnya. Suku kajang amma toa juga merupakan suku yang sangat tidak bisa menerima perubahan meskipun hanya sedikit. Mereka menganggap perubahan itu melanggar hukum adat yang di buat oleh nenek moyang mereka.

Lalu kenapa suku kajang ini sampai menjadi salah satu suku yang ditakuti di dunia? berikut adalah mitos-mitos (bisa jadi benar) seputar suku kajang amma toa yang menjadikannya tersohor dan titakuti karena ilmu gaib yang dimilikinya.

Salah satu yang paling mengerikan yaitu jika ada orang luar yang masuk ke dalam wilayah suku kajang, serta tidak meminta izin lalu melakukan hal-hal yang tidak wajar maka akan di kenakan doti pada orang tersebut. Doti semacam bacaan yang dapat menimbulkan kematian.

Menurut mitos di sana, burung kajang adalah cikal bakal manusia yang dikendarai oleh To Manurung sebagai Ammatoa (pemimpin adat) maka dari itulah daerah tersebut disebut dengan "SUKU KAJANG"

Pada suku kajang dalam terdapat larangan membuat rumah dengan bahan bakunya adalah batu bata. Menurutnya hal ini adalah pantang karena hanya orang mati yang berada didalam liang lahat yang diapit oleh tanah. Rumah yang bahan bakunya dari batu bata meskipun pemiliknya masih hidup namun secara prisip mereka dianggap sudah tiada atau dalam bahasa kasarnya telah mati, karena sudah dikelilingi oleh tanah.

Dalam hal perkawinan, suku kajang harus menikah dengan orang yang berada di daerah kawasannya saja, jika melanggar maka orang tersebut harus meninggalkan kawasan tanah adat.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, masyarakat adat memegang teguh ajaran leluhur yang disebutpasang ri kajang yang berarti pesan di kajang. Ajaran pasang itu, dinilai ampuh dalam melestarikan hutan.

Ketika terjadi pelanggaran adat seperti kasus pencurian atau hal lain sebagainya, suku kajang ini memiliki dua buah jenis ritual yaitu "Tunu panroli" yaitu mencari pelaku pencurian dengan cara seluruh masyarakat memegang linggis yang membara setelah dibakar. Masyarakat yang tidak bersalah, tidak akan merasakan panasnya linggis tersebut. Namun jika pencuri tersebut melarikan diri, maka dilakukanlah "tunu Passau" yaitu Ammatoa membakar kemenyan sambil membaca mantra yang dikirmkan kepada pelaku agar jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia secara tidak wajar. Kayaknya gk ada pilihan lain selain mengakui kesalahan dan menyerahkan diri ya?.

Tiap akhir tahun, masyarakat adat suku kajang melakukan ritual "andingingi" yang berarti mendinginkan. Ini merupakan salah satu bentuk kesyukuran mereka atas kemurahan alam dengan cara mendinginkannya. Waktu tersebut adalah saatnya alam untuk diistirahatkan setelah dikelola dan dinikmati hasilnya selama satu tahun.

Gimana sobat libmagz? ada yg berminat untuk berkunjung kesana?

Sumber artikel & foto : ammatoa.com, wisatasulawesi.com

#kajang #suku kajang #bulukumba #sihir #guna-guna #pelet #sakti #orang sakti #kajang luar #kajang dalam #tau lembang #tau kajang #ama toa #misteri #kematian #hukum adat
3 years ago, by ayp
Category : BERITA PILIHAN, SENI BUDAYA, SOSIAL

Artikel/Berita Terkait :

Kontak Informasi LibMagz.com

Redaksi : info[at]libmagz.com
Follow Us :