Membuka Satu Puisi di Dekatmu

By : rere - LibMagz, 2016-10-20 10:41:40+07

membuka satu puisi di dekatmu.jpg

Aku tak pernah menghitung berapa jumlah puisi yang kutulis untuk mengungkap perasaan yang sesungguhnya

aku hanya ingin meyakini suatu saat nanti kau membacanya, walau tak termaknai, dan hanya sekedar sekumpulan kata yang bertumpuk bagimu

...

Siang bagiku tak ubahnya seperti perjalanan para pengembara disebuah padang tak berkepastian
membawa bekal sekantung air, mencari tanah harapan

Sekantung air yang berisi cita-cita, doa dan genggaman tangan seorang kekasih

Ditiap tetesnya ada tegukan airmata

Malam bagiku luluhnya hamparan kata yang tercecer dalam jemari lalu kususun seletihnya, kutaruh halus kedalam pejam impian tak bercahaya
tak apa
ini hanya bait sederhana
tak lebih dari kumpulan sepi, potongan detak waktu, dan ribuan harapan yang kukirim untukku sendiri

sedikit keinginanku kau membacanya sejenak, lalu memberi senyuman,
itu sudah cukup buatku

...

Aku tak berharap ada puisi terakhir untukmu

meski kupahami, aku tak lebih dari keterbatasan denyut luka yang mengalir melingkari tabuhan siang dan bebalnya malam yang terjaga

aku kertas
penyimpan ayunan huruf-huruf rahasia yang kau sayangi
aku penghantar lembut kidung semua bisikan

aku senyap tanpa suara disebelahmu

Pada kecup impian
aku puisi
seabadi angin
bergerak menyentuh desir-desir segalamu

aku kejauhan yang sempurna

 

* Bentang Elang Langit *

#puisi #prosa #curhat #hampa #sunyi #seseorang #kejauhan #tulisan #goresan #sedih #satu sisi
3 years ago, by rere
Category : PERNIK

Artikel/Berita Terkait :

Kontak Informasi LibMagz.com

Redaksi : info[at]libmagz.com
Follow Us :