Ini dia, beberapa tempat wisata yang tergambar dalam uang Rupiah

By : hans ang - LibMagz, 2016-10-04 11:10:45+07

INTIP, LibMagz.com- Pernah tidak melihat dan membayangkan Gambar yang ada pada Uang Rupiah dengan beberapa tempat aslinya, kali ini Intip LibMagz.com akan menampilkan uang rupiah yang pernah ada dengan bebera tempat aslinya, diantaranya:

  1. Uang Rp. 10.000 tahun 1998 dengan Pemandangan Segara Anak, adalah Danau Kawah Gunung Rinjani, bertempat di Desa Sembulan Lawang, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Segara dalam bahasa Jawa berarti Laut atau anak laut, penamaan ini diberikan karena danau kawah ini memiliki Warna Biru layaknya lautan.

    Danau ini terletak pada ketinggian kurang lebih 2000 mdpl (meter diatas Permukaan Laut), Jika seorang pendaki mendaki gunung Rinjani biasanya kebanyakkan dari mereka  akan melintasi danau ini dan bermalam di sana. Danau Segara Anak luasnya 1.100 ha dengan kedalaman 230 m.

    photo_2016-09-10_11-19-28.jpg
  2. Uang Rp. 5000 tahun 1980 ini bergambar Rumah Adat Toraja (toraya) yang disebut dengan Tongkonan. Toraja ialah Suku yang menetap di pegunungan Sulawesi yang juga dikenal dengan sebutan Celebes atau Ujung Pandang, suku toraja sendiri tepatnya berada di bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia, banyak bangunan-bangunan tongkonan tua yang berjejer mengarah utara.

    Cukup ramai turis asing dan turis lokal menikmati liburannya ke daerah Toraja ini, sambil melihat tongkonan tua yang dihiasi tantuk-tantuk kerbau besar dan di gantung secara vertikal, anda juga akan merasakan sejuk serta nyamannya suasana duduk diatas anak tangga tongkonan, karena bukit-bukit hijau dan berbatuan tampak jelas disekeliling anda.


    photo_2016-09-10_11-19-21.jpg
  3. Uang Rp. 1.000 tahun 1992 dengan gambar Lompat Batu Nias merupakan tradisi adat masyarakat nias. Fahombo atau Hombo Batu termasuk olah raga tradisional masyarakat nias yang dilakukan oleh laki-laki saja, tidak semua wilayah adat nias memiliki budaya lompat batu ini, hanya ada beberapa tempat saja diantaranya ialah wilayah Teluk Dalam.

    Fahombo juga merupakan ritual pendawasaan diri masyarakat adat nias hingga kini masih dilakukan masyarakat suku nias dan menjadi objek wisata yang unik, bahkan didunia hanya punya satu objek wisata tradisional yang melompati batu, yaitu hanya ada dikepulauan Nias, Indonesia.

    Pemuda yang mampu melompati batu yang disusun setinggi 2 m dengan ketebalan 40 cm secara sempurna, maka sang pemuda kelak akan menjadi Pemuda Pembela kampungnya, merupakan kebanggaan tersendiri bagi si pemuda dan keluarganya ketika berhasil melompati batu tersebut, bahkan satu keluarga akan melaksanakan syukuran dengan menyembelih hewan ternak.

    Jika anda pecinta wisata tradisional dan ingin merasakan adanya kebanggaan dalam suatu aktifitas adat, tidak ada salahnya anda berkunjung ke kepulauan Nias.


    photo_2016-09-10_11-19-16.jpg

  4. Uang Rp. 10.000 tahun 1979 bergambar Candi Prambanan, merupakan Objek Wisata yang dikenal oleh banyak orang di Indonesia, candi prambanan merupakan salah satu candi terkenal di Indonesia yang letaknya di wilayah Sleman, Yogyakarta, Indonesia. dibalik sejarah beridirinya candi ini ada kisah cinta Bandung Bondowoso yang ditolak oleh putri Rara Jonggrang, dan candi ini didirikan sebagai syarat agar cinta bandung bondowoso diterima rara jonggrang.

    Kemegahan candi ini akan memaku pandangan anda dan tentunya akan membuat suasana liburan sangat menyenangkan. Anda bisa membayangkan kehebatan bandung bondowoso seorang pria sakti mandraguna bertubuh gagah, jatuh cinta kepada seorang wanita cantik bertubuh tinggi (jonggrang), kulit putih bersih, rambut tergerai dihiasi mahkota dan sorot mata yang tajam, wanita itu ialah rara (roro) Jonggrang.

    jangan kelamaan menghayali kehebatan bandung bondowoso dan keindahan seorang rara jonggrang, ada baiknya segara berlibur kesana, objek wisatanya juga membuat pikiran tenang dan nyaman apa lagi jika anda duduk diantara candi sambil mendengarkan lagu-lagu Kidung Jawa Tradisional.

    photo_2016-09-10_11-17-42.jpg
  5. Nah bagi anda yang suka dengan wisata religi yang bernuansa keagamaan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai Nusantara, ternyata Uang Rp. 5000 tahun 1986 pernah merekam gambar sebuah Majid Menara Kudus. Sunan Kudus sendiri merupakan salah satu penyebar Islam di tanah Jawa dan termasuk salah satu dari Walisongo. Nama kudus sendiri diambil dari nama daerah tempat dimana beliau menyebarkan Agama Islam, yang dulunya bernama Kudus yang sekarang menjadi nama sebuah Kabupaten di Jawa Tengah, Kabupaten Kudus.

    Kab. Kudus berbatasan langusung dengan wilayah Kab. Grobong, Pati, Jepara dan Demak. Masyarakat sekitar lebih mengenal dengan nama Masjid Menara Kudus dan  nama lain dari masjid ini ialah Masjid Al Aqsha atau Masjid Manar.

    Ornament menara yang sangat unik ini akan membawa anda menikmati suasana keislaman tempo dulu, didalam kompleks masjid ini terdapat 3 bangunan utama yang tentunya sangat menarik bagi para pengunjung, yaitu masjid itu sendiri, Menara Kudus dan Makam Sunan kudus yang sering dikunjungi oleh perziarah dari berbagai dareah.


    photo_2016-09-10_11-17-57.jpg

  6. Uang logam Rp. 1000 tahun 1971 bergambar Rumah Gadang atau Godang, iya rumah Gadang yang berarti besar yang terdapat di Sumatera Barat merupakan salah satu Rumah Adat Minangkabau yang hingga kini masih eksis, rumah tradisional ini akan dapat anda jumpai di berbagai dareah yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

    Jika anda ingin merasakan suasana tradisional namun didalam suasana Post-Modernisme yang berarti ada kesan klasik dan kesan modernnya, anda bisa kesuamatera barat, ataumungkin ke kota padang langsung, rumah dan bangunan bernuansa rumah gadang akan tampak terlihat jelas.

    Jika anda suka bergaul, saya yakin anda akan bertemu dengan muda-mudi yang terkesan menggunakan bahasa prokem minang-Jakarta, hehehe,.. sebagai contoh “loe mau ka ma” yang artinya kamu mau kemana atau “gua panek” yang berarti saya capek, tidak rumit memang, hanya saja sedikit unik.

    Sumatera Barat juga salah satu Objek Wisata yang selalu dipadati pengunjung, ketika hari libur tiba jangan heran jika jalan menuju sumatera barat akan macet total, hal ini bukan tanpa alasan karena banyak tempat yang bisa dikunjungi, anda bisa melewati “kelok ampek puluah ampek” (jalan dengan 44 tikungan), melihat keindahan danau singkarak dengan berbagai ceritanya, atau mungkin ingin cari pakaian asli hingga yang biasa dengan harga relative terjangkau, anda tinggal datang ke bukit tinggi saja.

    Tidak ada salahnya sesekali liburan ke wilayah sumatera barat, wilayah yang masih kental dengan nilai adat dan agamanya ini, jadi jika ingin merasakan bagaimana nilai islam dengan suasana adat sumbar maka jangan ragu berkunjung ke sumatera barat.

    photo_2016-09-10_11-18-31.jpg(HK/*)
#jalan-jalan #sagara anak #gunung renjani #wisata #wisata religi #kudus #majid menara kudus #celebes #sulawesi #toraya #toraja #ujung pandang #tongkonan #cinta #kasih #sayang #villa #kelok 44 #kelok ampek puluah ampek
3 years ago, by hans ang
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, KESEHATAN

Artikel/Berita Terkait :

Kontak Informasi LibMagz.com

Redaksi : info[at]libmagz.com
Follow Us :